Pages

Pages

Recipes

Dongeng

Food Photography

Sos Med

S

Risalah Tiga Hati (14)

September 24, 2018

Le-Monde-Butter-Cookies

Aku seperti kembali ke titik nol waktu ia mengajakku menghabiskan malam di cafe tempat kami biasa menghabiskan waktu. Malam itu malam terakhir sebelum ia pergi meninggalkanku.

"Yo, jaga diri baik-baik ya, karena mulai besok gue gak bisa jagain elo lagi" pamitnya dengan tatapan yang membuatku semakin jatuh.
"Siap kapten!" candaku menutupi kesedihan yang menyeruak di dada.
"Eh, elo udah pamitan sama Dela?" kusebutkan nama mahasiswi baru yang mengantarkan minuman padaku waktu itu.
"Gak" jawabnya singkat
"Loh, kenapa? Bukannya kalian jadian?" "Nope! Gak ada ada cewek yang bisa buat gue jatuh cinta" katanya seperti mengingatkanku untuk berhenti mengharapkan cintanya. Aku malas menanggapi pernyataannya itu, aku hanya ingin menikmati waktu tersisa bersamanya tanpa perlu menambahkan garam di setiap guratan luka yang tercipta sejak aku mencintainya.

Malam itu kami lewati dengan tawa karena kami sepakat untuk menyingkirkan segala kesedihan. Tawanya begitu lepas, sementara tawaku terasa hambar. .
"Yo, boleh peluk?" hampir saja kusemburkan susu yang sedang kureguk, tapi buru-buru kuanggukkan kepalaku. Direngkuhnya tubuhku dan dibawanya dalam dekapannya, dan air matakupun seperti tak sabar untuk keluar begitu kurebahkan kepalaku di bahunya. .
"Yo, pulang yuk" dia mendorong tubuhku dengan lembut menjauh dari pelukannya, padahal baru saja kurasakan ada getaran aneh yang dia kirimkan, getaran yang sama waktu tangan kami bersentuhan waktu itu. Kutatap lurus ke matanya dan kutemukan ada asa buatku di sana.

Ga, gue pasti bisa membuat elo jatuh cinta, walaupun harus memulainya dari titik nol dengan jarak dan waktu yang jadi pembatas kita. Ku sesap susu yang ada di depanku, kehangatannya membuatku percaya, suatu hari nanti aku bisa menjadi wanita yang membuatnya jatuh cinta.

No comments :

Post a Comment

Instagram