Pages

Pages

Recipes

Dongeng

Food Photography

Review

Sos Med

S

Semakin Produktif dengan ASUS X555

September 21, 2018

Asus-2

Saya adalah freelance fotografer yang juga merangkap sebagai pengajar fotografi. Kedua profesi saya ini membutuhkan laptop sebagai salah satu alat tempur entah itu di saat pemotretan atau di saat mengajar. Laptop yang saya butuhkan adalah laptop yang mumpuni, yang bisa diandalkan dalam segala kondisi, dalam pemotretan, editing atau saat saya mengajar dan juga saat sehari-hari menjadi seorang ibu.

Sebagai seorang fotografer, software yang wajib ada dalam laptop saya adalah software editor seperti Lightroom (LR) dan Photoshop (PS) yang bukanlah merupakan software yang ringan terlebih lagi dikarenakan saya berlangganan paket dari Adobe Creative Cloud (CC), kedua software tersebut akan selalu ter-update dan itu menambah berat beban laptop. Saya menggunakan LR selain untuk melakukan pemotretan, juga menggunakan fasilitas shooting tethered yang terdapat di LR sehingga klien langsung dapat melihat hasil foto di layar laptop. Tethering ini membutuhkan prosesor dan memori yang baik sehingga tidak akan banyak waktu terbuang hanya karena proses pemindahan foto dari kamera ke laptop. Saya pernah mengalami laptop yang tiba-tiba hang saat tethering sehingga waktu pemotretan menjadi lebih panjang dari yang sudah dijadwalkan, dan tentu saja saya tidak bisa meminta tambahan uang lembur, karena kesalahan terjadi dari pihak saya.

Belum lama saya membaca review tentang notebook ASUS X555 dan kok ya menarik banget. Gimana gak menarik coba, tampilannya aja cakep seperti foto di bawah ini. Tampilan itu penting loh, karena itu adalah first impression buat klien kita dan bikin kita juga jadi lebih percaya diri. Serius!

X555 Black_Right Open135

X555 Black_Right_Back_Open45
ASUS X555

Prosesor yang digunakan ASUS X555 adalah Quadracore A10 dengan memori DDR4 2133 MHz SDRAM yang menurut saya mampu untuk membantu saya dalam pemotretan dengan sistem tethering, sehingga saya gak perlu lagi harus lembur motret tanpa dibayar :) Proses editing juga akan berjalan lebih lancar, karena beberapa waktu terakhir ini beberapakali saya mengalami harus me-restart LR dikarenakan setelah mengedit satu foto, LR langsung diam membeku. Ya, bagaimana lagi coba, semua foto saya ambil dengan format RAW dan di saat menyimpan setelah selesai editing, ukuran file terkecil adalah 13MB. Jadi gak heran dong ya kalau laptop saya jadi super lemot.

ASUS X555 ini memiliki teknologi ASUS Splendid yang secara eksklusif memberikan warna dan temperatur warna yang akurat dengan pengaturan dan parameter pada fine tuning display. WOW bangetkan, secara buat seorang fotografer laptop yang dibutuhkan adalah yang bisa menampilkan foto yang kita hasilkan dengan warna yang sesuai sehingga mampu membuat senyuman di wajah klien. Belum lagi ya, urusan transfer data foto buat klien bisa dilakukan 10x lebih cepat dikarenakan notebook ini dilengkapi dengan USB3.0, bahkan kita bisa melakukan transfer film Blu-ray 25GB hanya dalam waktu 70 detik. Duh, kebayang banget deh waktu luang saya akan semakin banyak kalau punya notebook ASUS X555.

Teknologi ASUS Splendid ini juga akan menambah keseruan acara movie time yang setiap malam Minggu saya dan anak saya, K, lakukan. Kebayang banget warna yang cerah dengan audio tingkat tinggi berkat teknologi ASUS SonicMaster dan ASUS AudioWizard akan membuat kami seperti sedang menonton film di bioskop pribadi, apalagi bila laptop dihubungkan langsung ke TV lewat port HDMI sehingga film menjadi full HD 1080p. K pasti senang banget dan buat ibu-ibu seperti saya, membuat anak senang adalah segalanya.

Seperti yang saya jelaskan di atas, selain sebagai seorang fotografer, saya juga adalah pengajar fotografi di berbagai workshop atau seminar. Biasanya materi saya presentasikan langsung dari laptop yang disambungkan dengan kabel converter ke proyektor atau smart TV, tapi dengan ASUS X555 saya tidak perlu lagi membawa ekstra kabel karena notebook ini sudah dilengkapi dengan port HDMI dan port VGA sekaligus. Bawaan saya akan menjadi lebih ringkes.

Lama saya mempresentasikan materi adalah 1 jam, untuk kemudian disambung dengan tanya jawab dan setelah praktek akan ada review dari foto yang dihasilkan oleh peserta. Semua kegiatan ini membutuhkan baterai yang tahan lama agar saya tidak perlu membawa kabel charger ke tempat saya mengajar. Alhamdulillah ASUS X555 ini memiliki baterai dengan jenis Li-Polimer yang ketahanannya 2,5 kali lebih kuat dibandingkan baterai Li-Ion silinder, yang tentunya bisa digunakan lebih lama tanpa harus mengisi ulang. Kapasitas penyimpanan dari baterai Li-Polimer ini pun hanya akan berkurang 20% dari kapasitas aslinya walaupun telah diisi ulang hingga ratusan kali. Impresif banget ya!


Keyboard Ergonomis

Saya ini tipe orang yang sampai sekarang malas menggunakan mouse dalam menggunakan laptop, bahkan mengedit fotopun saya hanya mengandalkan touchpad. Itulah mengapa saya suka dengan ASUS X555 ini, karena memiliki fitur multi-point touchpad dengan teknologi Smart Gesture yang mendukung sentuhan perintah, seperti misalnya melakukan zoom in/out dan geser hanya dengan menggerakkan jari-jari kita di touchpad yang ada. Keyboard juga lebih ergonomis karena berukuran penuh dengan keyboard chiclet yang mempunyai design berjarak 1,6mm antara key sehingga terasa lebih solid dan membuat tangan dan jari-jari kita nyaman saat melakukan pengetikan.

Salah satu alasan saya tidak suka menggunakan mouse adalah karena saya lebih senang mengedit foto atau membuat materi untuk workshop di atas tempat tidur dengan meletakkan laptop di atas pangkuan, walaupun hal ini tidak akan bertahan lama karena lama kelamaan bagian bawah laptop akan terasa panas yang bukan saja membuat saya kepanasan, tapi juga membuat kerja laptop menjadi lambat. Desain internal yang unik dari ASUS X555 dengan didukung teknologi IceCool bisa mengatasi masalah panas yang sering terjadi di bagian bawah laptop dengan menjaga temperatur stabil di kisaran 28 - 35 derajat sehingga kita akan lebih nyaman dan lebih lama menggunakan laptop karena panas yang dihasilkan lebih rendah dari yang dihasilkan oleh tubuh kita. Bakalan produktif banget deh ini untuk urusan edit foto, karena biasanya baru beberapa foto aja saya sudah gak betah karena panas.

Jadi kepengen beli ASUS X555 ini gak sih? Harganya pun menurut saya relatif terjangkau apalagi dengan spesifikasi yang menggiurkan seperti yang saya uraikan di atas. Kisaran harganya adalah Rp5.699.000 untuk ASUS X555QA dengan berat 2,3kg dan Rp7.199.000 untuk ASUS X555QG dengan berat 2,2kg. Berlaku garansi 2 tahun untuk hardware global.

Buat teman-teman yang kurang suka belanja laptop langsung ke counter resminya dengan alasan takut kejebak macet di jalan, apalagi musim hujan sepertinya sudah dimulai, gak usah khawatir karena ASUS X555 juga dijual di Tokopedia.

Asus-1

Semoga dengan ASUS X555 saya akan lebih produktif dalam berkarya, gak perlu takut kehabisan baterai saat mengajar atau bila harus bekerja di coffee shop dan tentunya semakin banyak waktu berkualitas yang saya miliki bersama K, anak saya.

No comments :

Post a Comment

Instagram