Sos Med

S
Bawang-Dayak

Kutinggalkan mereka berdua perlahan, berjalan ke luar cafe dengan menahan nafas. Aku tak mau mengganggu reuni mereka, dan aku tak mau menyakiti hatiku. 


Aku mencoba mencari arti dari semburat merah wajahnya saat laki-laki itu datang dan menyapa kami. Tapi satu-satunya yang bisa kubaca adalah "elo tau ini semua Ga?" dari sorot matanya. Kuanggukkan kepalaku dan bisa kulihat protes dimatanya, namun tak lama karena setelah itu kami tenggelam dalam percakapan yang terasa hambar bagiku.


Dalam hening kurebahkan badanku dan kupejamkan mataku, mencoba untuk melepaskan segala lelah, tapi bayangan mereka berdua tak kunjung hilang. Aku bisa merasakan getaran rindu saat tangan mereka berjabatan yang membuatku resah.

Entah mengapa kamarku terasa panas dan sesak,  mendadak seperti kucium bau bawang merah yang membuat mataku basah. 

Gue gak boleh nangis!

Risalah Tiga Hati (5)

February 15, 2018

Brownies

In this post I want to share you how I photographed "Brownies".

First, determine the concept. Concept will help me shorten the time consume in photographing food, as I already have idea about lighting, angle, props to use and styling. Concept can be determined after you know what you are going to photograph (the hero).


The concept of this photo is "Afternoon Tea" as for me, I like to eat brownies while enjoying the dusk. Chopping board was chosen to add more rustic feeling and messy styling applied to make it natural.

WS Bintaro.002>

Hope this simple post will give you some idea in photographing food.

Food Photography: Photographing Brownies

February 12, 2018

Noodle-in-Jar-Messy

Berantakan!

Ya, rencana yang telah kususun sekarang hancur berkeping-keping. Ketukan pintu pagi ini telah membuyarkan semua impianku.

Pagi tadi aku seperti melihat hantu waktu bunda memintaku untuk membuka pintu karena ada suara ketukan. Begitu pintu kubuka, kulihat dia, sosok yang selama ini menjadi salah satu penghalang keberanianku untuk menyatakan cintaku padanya. Laki-laki yang memintaku untuk menjaganya satu setengah tahun lalu.

"Ga, jagain Yo buat gue ya!" katanya sambil menepuk bahuku.
"Gue? Ada juga dia yang selama ini jagain gue" candaku untuk mengurangi suasana yang tiba-tiba terasa haru. .

Lamunanku terhenti kala sosok tersebut memelukku.

"Ga, apa kabar?"

Lalu kamipun larut dalam obrolan tentang segala hal yang terjadi dengannya di sana dan denganku di sini, semua hal kecuali tentang dia. Sampai akhirnya..

"Ga. Gue pengen balikan sama Yo"

Kata-kata yang kutunggu tapi sebenarnya tak ingin kudengar. Kata-kata yang membuat semua rencanaku berantakan. Harusnya lusa aku akan menyatakan cintaku padanya setelah kukumpulkan semua keberanian, keberanian yang timbul setelah kurasakan hangat jemarinya saat kami tak sengaja bersentuhan. Saat kutangkap binar di matanya kala mata kami tak sengaja bertabrakan. Aku bisa merasakan ada asa untukku dalam tatapan itu. Tapi sepertinya rencana ini harus tetap tersimpan sebagai angan.

Laki-laki itu menceritakan kerinduannya pada dia selama tiga bulan terakhir yang dilaluinya memikirkan bahwa dia adalah cinta yang membuatnya bahagia. Dan lusa, dia meminta bantuanku untuk mempertemukannya dengan dia karena sejak mereka berpisah, tak ada satupun komunikasi diantara mereka. .

Lusa! Perfect!
Lusa yang seharusnya menjadi milikku. Tapi aku tak kuasa untuk menolak permintaannya itu.

"Oke Ndra. Lusa kita ketemu di Cafe Kampus, kebetulan gue janjian sama Yo di sana"
"Thank you Ga, you are the best!"

Tiga tahun yang kujalani sepertinya tak sesakit tiga bulan yang dilewatinya. Setidaknya di tiga tahunku, dia selalu ada didekatku, hiburku.

Ga, elo kuat! Mantraku.

Risalah Tiga Hati (4)

February 8, 2018

Sayur-Asem-1

If you live abroard, a humble Indonesian food like "Sayur Asem" will become a fancy meal. In Bahasa Indonesia,
Sayur = Vegetable but sayur also means soup. Asem = Sour since Tamarind tastes sour, we translated Sayur Asem into Vegetables in Tamarind Soup.

I am West Sumatran descendant or known as Orang Minang. That's why, I'm gonna share you a Minangese version of Sayur Asem as its origin is West Java or Jakarta, not West Sumatera 😃.

Sayur-Asem-2

Sayur Asem
(Recipe by My Mom)

What You Need:

Spices:
5 shallots (bawang merah), peeled, finely sliced
3 clove of garlic, peeled, finely sliced
1 knucklebone galangal (lengkuas), peeled, bruised
3 red chilies, seeded out, angle sliced
3 green chilies, seeded out, angle sliced
1 tbsp ground red chilies
1 tbsp palm sugar (gula jawa)
2 pods of tamarind (asem jawa)
2 salam leaves (bay leaf)

Veggies:
3 chayote (labu siam), peeled, cored, cubed
2 corns, cut into 4 parts
3 snake beans (kacang
panjang), cut into 3cm
5 pcs jack fruit, halved

Sugar and salt to taste

Water as needed (around 1 liter)

Condiment:
Ikan Asin (salty fish)

Sayur-Asem

How To:

Boil water over high heat.
Fold in corn and all spices except tamarind. Reboil.
Add the rest of veggies and tamarind, continue cooking over medium heat until set.
Adjust the taste by adding salt and sugar to your liking. Turn off the heat.
Ready to serve with white steamed rice and salty fish.

Sayur-Asem-Nasi-Ikan-Asin
Guten Appetit!

In case you are asking, since my mom is not allowed to eat Melinjo (Belinjo), we always skip melinjo and add extra coyote (labu siam) as K, my son like it very much.

Have a nice weekend!


Sayur Asem (Veggies in Tamarind Soup)

February 5, 2018

hugging

Kupandangi pasangan yang sedang berpelukan itu Tubuhku menggigil, bukan karena Winter kali ini lebih dingin dari tahun kemarin, tapi karena aku bisa merasakan kerinduan dua insan itu, seperti kerinduanku padanya.

Enam bulan sudah tak kudengar lagi kabar tentangnya setelah kami sepakat untuk berpisah.

"Ndra, maafin aku ya, tapi aku gak bisa terus kayak gini" ada isakan tangis yang tertahan dalam suaranya. .

Bukan! Ini semua bukan karena dia tak mau menungguku pulang atau karena bosan berjauhan. Ini semua karena salahku sendiri, aku mengabaikannya. Hanya dua bulan pertama aku gencar menyapanya, menceritakan kehidupan baru di negara ini dan menyampaikan semua rindu. Hanya 2 bulan aku membiarkan rindu kami bertemu lewat video call tengah malam untuk kemudian perbedaan waktu panjang ini membuatku beralasan:

"Aku capek Yo, besok aja ya ngobrolnya"

Dan bisa kutangkap redup binar dimatanya walaupun senyumnya tetap mengembang.
Aku memang egois! Padahal kutau dia rela tetap terjaga demi kenyamananku. Ya, aku memintanya untuk video call setiap jam 8 malam disini yang artinya jam 1 dinihari di tanah air.

Pasangan itu, rindu mereka, dinginnya udara di taman ini seperti membangkitkan sejuta kenangan akannya dan menyadarkanku bahwa aku masih mencintainya. Aku harus pulang! Aku harus kembali ke Jakarta.

Ada yang tertinggal di sana
Cerita tentang kita dan pelukan rindu.

Aku rindu kamu Yo..
sangat!

Risalah Tiga Hati (3)

February 1, 2018

Mango-Yakult-3

Saya dan keluarga lagi keranjingan sama Mango Yakult dari Mujigae, restoran yang menyajikan masakan Korea yang sudah bersertifikasi Halal MUI. Berhubung gak mungkin juga kalau beli setiap hari, iseng-iseng waktu musim mangga yang lalu saya bereksperimen bikin Mango Yakult sendiri.

Mango-Yakult

Entah karena yakult yang saya pakai berbeda dengan yang mereka (Mujigae) pakai, atau karena mereka pakai perisa mangga bukan mangga segar, rasanya sih kurang mirip, walaupun rasanya sih lebih enak yang saya bikin, buktinya K dan ibu suka banget 😊

Buat yang kepengen juga ngerasain Mango Yakult ala Bibu-nya K, yuk bikin juga.

Mango-Yakult-2

Mango Yakult ala Bibu
(Inspirasi: Mango Yakult Mujugae Resto)

Bahan:
1 buah mangga harumanis, kupas dan potong sesuai selera
5 botol yakult
200 ml air matang
4 sdm yogurt plain

Cara:
Blender mangga sampai halus, tambahkan yakult dan blender kembali.
Tambahkan yogurt dan blender. Terakhir tambahkan air matang sesuai dengan kekentalan jus yang diinginkan dan blender kembali sampai tercampur rata. Taruh dalam botol dan simpan dalam lemari pendingin.

Sajikan dengan menambahkan es batu. Bila kurang manis, tambahkan madu lemon* lalu aduk.


* Madu Lemon saya buat dengan meletakkan irisan lemon dan jahe dalam mason jar lalu tambahkan madu dan disimpan di kulkas.

Selamat mencoba 😋

Mango Yakult

January 27, 2018

Garlic-(WoW)

Aku bisa membuatmu
Jatuh cinta kepadaku
Mesti kau tak cinta
kepadaku
Beri sedikit waktu
Biar cinta datang karena telah terbiasa
(Risalah Hati, Dewa)


Rasanya tiga tahun bukanlah "sedikit waktu" buatku untuk membuat cintanya datang karena telah terbiasa denganku. Ya, sudah tiga tahun aku dekat dengannya, boleh dibilang hanya tidur saja kami yang terpisah karena beda rumah, tapi dia tidak juga menyadari bahwa aku menyukainya, bukan, aku tidak menyukainya tapi aku jatuh cinta padanya. .

"Tembak aja sih Ga? Tunggu apalagi?"
"Elo mau gue ditonjok dia?
"Better daripada hati merana" jawab Tito yang dilanjutkan dengan derai tawanya.
"Sial!" makiku untuk kemudian menemaninya menertawakan cinta platonisku ini.

Tito sahabat kecilku adalah satu-satunya orang yang tau semua cerita tentang cinta sebelahku padanya.

"Gue jadi penasaran, kayak apa sih cewek yang bikin elo jadi penakut gini?" katanya suatu sore saat aku untuk kesejutakalinya membicarakan dia.
"Elo liat aja deh sendiri, gue susah jelasinnya".

Tidak butuh waktu lama untuk akhirnya Tito bisa melihatnya,

"Pantes elo kayak cacing kepanasan. She's different". Gak secantik mantan-mantan elo sih, tapi auranya bikin beda, berasa pinternya. Udah kalo elo gak berani nembak, buat gue aja sini!"
"Ogah!" kataku sambil melayangkan tinju di udara. Lalu hanya gelak tawa Tito yang terdengar.

Lamunanku berhenti karena dering telpon yang menjerit-jerit entah sejak kapan.

Ah dia. Bahkan saat aku memikirnyapun dia datang.

"Ga, jadi ke kampus gak?" tanya suara yang tak pernah gagal membuat jantungku berdetak lebih kencang.
"Jadi. Ini udah deket kok. Kenapa?"
"O gpp. Gue di cafe ya, elo langsung ke sini aja. Gue pesenin makan sekalian, elo pasti belum makan".

Perhatiannya yang membuat rasa ini gelisah.

Yo, ku harus milikimu.

Risalah Tiga Hati (2)

January 25, 2018


Thai-Sticky-Rice-with-Mango

Khao Neeo Mamuang or Mango Sticky Rice is a Thai dessert made with glutinous rice, fresh mango
and coconut milk. Mango Sticky Rice also a popular dish in Laos, Cambodia and Vietnam (Wikipedia).
But You do not need to go to Thailand to eat this sweet dessert as you can make it at home. The
ingredients are easy to find everywhere, If you cannot find Thai mango, just use any mango available.


Thai-Sticky-Rice-with-Mango-3

Mango Sticky Rice

1 cup glutinous rice, soak in water
for 3 hours or overnight.
Steam over medium heat until
set. Place in a bowl.

1 or 2 ripe mangoes, peeled and
cut as desired.

Mix in a saucepan 1 cup of
coconut milk, 3 tbsp sugar. 1/4 tsp
salt and 1 tbsp cornstarch. Cook
over medium heat and keep on
stiring until boil. Remove from
the heat. Pour over the sticky rice,
mix well.

Place sticky rice and mango in a
serving plate, garnish sitcky rice
with white sesame seeds. Eat
while it still warm or at room
temperature.





So, what do you think? Do you want to give it a try?


Have a sweet weekend!

Mango Sticky Rice

January 20, 2018

Milk-and-Brownie

Entah sudah berapa lama aku duduk dihadapan laki-laki yang sedang asik bercerita ini tanpa tau apa yang dia katakan. Pikiranku dipenuhi ucapannya tadi waktu kami keluar dari ruang gambar.

"Saat ini sih gak ada deh cewek yang bisa buat gue jatuh cinta" katanya tiba-tiba. Lalu tanpa perlu menunggu tanggapanku dia melanjutkan seribu satu fakta akan keyakinannya tersebut. Aku hanya sibuk mengangguk seolah setuju dengan semua perkataannya walau sebenarnya hatiku sakit mendengar semua itu. .

"Yo, elo dengerin omongan gue gak sih?" tegurnya tiba-tiba.
"Eh, sori. Gue kepikiran gambar tadi, kayaknya gue ada yang salah deh".
"Tenang, elokan asisten si Babe, nilai A aja sih udah elo kantongin", katanya mencoba menghiburku.
"Justru karena gue asisten dia makanya kepikiran"
"Udah tunggu aja hasilnya, kan ini baru perasaan elo aja. Lagian kalo memang salah, masih bisa ngulang, nanti gue temenin deh begadang di studio. Mending sekarang elo minum dulu susunya, udah gue pesenin dari tadi" katanya sambil menyodorkan segelas susu ke hadapanku.

Laki- laki ini selalu begitu, tanpa perlu kuminta, dia sudah sigap memesankan segelas susu buatku
"Kamu itu kayak anak bayi, ke cafe kok mesennya susu". Ledekannya saat pertamakali menemaniku belajar di cafe ujung jalan kampus kami, walaupun setelah itu segelas susu selalu dia pesankan untukku.

"Thanks Ga" kataku mengambil gelas yang dia sodorkan dan jari kamipun bersentuhan yang membuat hatiku menjadi ngilu.

Laki-laki didepanku yang sekarang sedang menikmati kopinya adalah orang pertama yang berdiri mengulurkan tangan mengajak berkenalan di masa orientasi kampus dan sejak itu kami berteman dekat.

"Oya, elo tadi lagi cerita apa sih Ga. Sori gue dengernya sayup-sayup. Habis elo cerita kayak dongeng gitu, gak abis-abis" candaku mencoba mengatasi sakit di dadaku.
"Nevermind. Gak penting juga". Lalu kamipun diam, dia sibuk dengan makanannya yang baru datang sementara aku kembali sibuk dengan pikiranku.

"Gak ada cewek yang bisa bikin gue jatuh cinta" kata-kata itu yang membuat dadaku sesak.

Risalah Tiga Hati (1)

January 18, 2018

Instagram