Pages

Pages

Recipes

Dongeng

Food Photography

Sos Med

S
Tea-Time

Sore ini aku merasa letih, lelah akan kepalsuan dan kepura-puraan yang kujalani sejak perisitiwa malam itu. Bayangan luka yang kulihat di sorot matanya menumbuhkan harapan di hatiku, namun sikapnya membuatku ragu.

Dirga seperti tak peduli dan tak mau tau apa yang terjadi malam itu setelah kepergiannya.

"Ga, sini deh bentar" kutarik tangannya dan menggiringnya meninggalkan sekelompok bunga yang sepertinya sudah menjadi penggemar setianya.

Kami lalu duduk berdua berhadapan dipojok himpunan.

"Ga, kok elo ninggalin gue sih semalam?"
"Sorry sorry. Gue capek banget, jadi deh langsung pulang"
"Katanya mau ngomong, apa?"
"Oo yang mau ngomong Indra, gue cuma bantuin dia aja"

Jawabannya itu menguapkan sebongkah harapan dalam hatiku.

Lalu ia kembali menemui para bunga yang memanggilnya seolah tak rela melihatku duduk berhadapan dengannya. Kudengar tawa mereka dan aku merasa sepi.

"Neng, ini tehnya" suara si mbok menyadarkan aku.
"Makasih mbok"

Kuminum tehku dengan harapan rasa pahit yang kureguk bisa menguatkanku

Risalah Tiga Hati (11)

August 2, 2018

Kunafa
Cheese Kunafa*


If there’s one dessertthat rules as the Queen of Arabic sweets,
I would nominate Kunafe Nabulsia,
the sticky pastry made of gooey sweet cheese sandwiched between layers of shredded kunafe pastry.
(Holly S. Warah)


Perkenalan saya dan Kunafa terjadi di Jerman, di saat saya mengundang teman satu kelompok Lab yang berasal dari Sudan untuk makan siang di rumah. Beliau datang membawa Kunafa dan saat itu juga saya jatuh cinta. Sebagai orang yang sedang semangat belajar masak dan bikin kue (tapi waktu itu saya belum bisa motret), tentunya saya ingin tau bagaimana membuat resep Kunafa.

Kunafa atau Kunafe atau Kanafeh adalah dessert yang berasal dari Arab. Kunafa terbuat dari pastry yang berbentuk seperti bihun (pertamakali saya kira memang dibuat dari bihun) yang dinamakan kataifi yang kemudian dibuat berlapis antara keju dan pastry lalu disiram dengan air gula dan setelah matang ditaburi pistachio. Untuk informasi lebih lengkap sila klik link ini.

"Omar, mau dong resepnya?" kata saya waktu itu.
"Boleh aja sih, tapi elo memang bisa bikin pastry-nya?"

Duh! Saya langsung ciut membayangkan harus membuat si pastry.

"Gak bisa kayaknya"
"Nah! Udahlah, kalo elo pengen kunafa, nanti gue bikinin" kata Omar dengan senyum kemenangan.

Ah, ternyata itu bukan senyum kemenangan, tapi senyum jahil karena beberapa tahun kemudian saya tahu bahwa toko Turki dekat rumah saya menjual kataifi, pastry yang digunakan untuk membuat kunafa. Lalu cerita berakhir happy ending dengan saya berhasil membuat kunafa saya yang pertama di tahun 2009. Yay!
Sayangnya saya tidak pernah sempat memotret kunafa buatan saya tsb karena tahun 2009 itu saya hamil dan hiatus dari dunia food photography.

cheese-Kunafa
Recipe in English can be found: here

Oktober 2015, di saat saya sedang resah membayangkan sidang thesis (yang sudah tertunda sekian lama), tetiba saya ingin sekali makan kunafa. Keinginan itu begitu kuat sehingga saya segera pergi ke Toko Turki yang letaknya 5 halte dari apartemen saya. Singkat cerita, sesampai di rumah, tanpa menunggu saya langsung membuat kunafa idaman hati, dan alhamdulillah, tidak perlu menunggu lama, akhirnya saya bisa menikmati kunafa dan punya foto kunafa. Senangnya :)

Sesungguhnya waktu itu matahari bersinar cukup terang, tapi hati saya yangs sedang ingin bernostalgia membuat saya memilih konsep dark moody untuk foto-foto cheese kunafa ini. Ya, hari itu rasa gelisah menghadapi sidang membuat saya terkenang akan tahun-tahun awal saya kuliah. Tahun yang saya lewatkan bersama teman-teman yang telah mewarnai hidup saya. Teman-teman yang menjadi tempat saya melupakan kerinduan akan tanah air, teman-teman yang menjadi keluarga. Lalu, apa yang kira-kira saya lakukan demi mendapatkan kesan kelam penuh rindu di saat matahari terik?

Waktu itu saya motret di kamar teman dengan props seadanya yang qadarullah baru saya beli di pasar loak. (FYI, waktu itu semua props sudah saya pack dan tinggal di rumah teman di Bremen). Saya menjauh dari sumber cahaya dan sebagian cahaya yang masuk lewat jendela saya halangi dengan menutup tirai sebagian. Untuk menambahkan cahaya ke arah kunafa yang menjadi jagoannya, saya menggunakan cermin kecil yang saya pegang dan arahkan dengan sudut sekitar 45 derajat, kamera saya taruh di tripod. Arah cahaya dari arah jam 12 dengan sudut sekitar 45 derajat. Hasil foto dari uraian saya ini adalah foto (Chese Kunafa*) di awal postingan ini.

Cheese-Kunafa-2

Selama membuat kunafa, sudah banyak resep yang saya coba sampai akhirnya pilihan saya menetap di resep Cheese Kunafa (Kunaafa Naabulsiya) dari blog Xawassh yang dibuat oleh sepasang suami istri asal Somalia. Kenapa saya pilih resep mereka untuk saya pakai setiap saya buat Kunafa? Karena resep mereka gampang dan anti gagal. Oya, resep yang akan saya tulis di bawah ini sudah saya modifikasi takarannya sesuai dengan kesediaan bahan-bahan yang saya punya.

Cheese Kunafa
Resep asli: Cheese Kunafa (Kunaafa Naabulsiya)

Bahan-bahan:
1 bungkus (500 g) kataifi pastry (shredded dough)
4 bungkus (@ 125 g) mozzarella (yang saya pakai mozzarella seperti ini)
150 g keju ricotta
120 ml susu segar
250 g butter, cairkan (hangat kuku)
Sirup gula
3 sdm pistachio cincang untuk taburan
Butter cair untuk mengoles loyang

Cara:
1. Oles loyang dengan butter cair.
2. Dalam mangkuk, hancurkan mozzarella dan tambahkan keju ricotta. Aduk sampai tercampur rata.
3. Potong kataifi pastry menjadi 4 bagian sama besar dan taruh dalam mangkuk besar. Tambahkan susu dan butter cair hangat kuku, lalu aduk sampai tercampur rata dan tidak ada pastry yang menggumpal. Ambil 2/3 bagian dari adonan, dan taruh di loyang sambil ditekan.
4. Lapis dengan seluruh campuran keju sambil ditekan, lalu tutup dengan 1/3 bagian sisa adonan. Tekan dengan tangan atau memakai spatula.
5. Panggang dalam oven yang telah dipanaskan terlebih dahulu dengan suhu 180°C selama 40 menit. Biarkan kunafa dingin selama 10 menit sebelum dipindahkan ke piring saji.
6. Taburi dengan pistachio cincang.
7. Kucuri dengan sirup gula secara keseluruhan, atau kucuri dengan gula per potong saat akan dihidangkan.

Sirup Gula:
Bahan-bahan:
400 g gula pasir (bila memakai gula Indonesia, kurangi takaran)
250 ml air
1 sdm air perasan jeruk lemon
1 sdt air mawar (boleh gak pakai)

Cara:
Campur gula pasir, air dan air perasan jeruk lemon dalam panci.
Didihkan dengan api sedang selama 10 menit sambil sesekali di aduk. Matikan api.
Tambahkan air mawar (bila pakai) dan biarkan dingin.

Kunafa

Buat saya, Kunafa ini penuh dengan kenangan, jadi membuatnya adalah kerinduan dan menikmatinya adalah kebahagiaan.

Cheese Kunafa (Kunaafa Naabulsiya)

July 31, 2018

Siput

"To, plis deh jangan nyebarin hoax gitu dong" komplenku.
"Hoax, apaan sih? Gue nyebarin hoax gimana?"
"Ya itu soal Yo. Elo bilang dia suka juga sama gue, sampe gue nekat mau ngomong. Bagus si Indra dateng, walaupun awalnya gue bete sama dia, tapi he saved my pride" kataku tak berhenti.
"Loh! Itu beneran. Gue bisa liat kalau dia itu suka sama elo. Lagian, ngapain juga gue bohong sama elo"
"Tapi To, sejak kejadian malam itu, Yo keliatan lebih ceria kayak orang jatuh cinta artinya mereka balikan" argumenku
"Kayaknya? Buktinya apa? Elo nanya sama dia? Atau dia cerita sendiri ke elo?"
"Neither. Buktinya ya sikap ceria dia itu"
"Itu cuma asumsi elo. Tanya dong! Cari tau, apa berita gue beneran hoax!" ada nada kesal dalam suaranya
"Misal memang mereka balikan, elokan sahabatnya, kasih selamat kek, tunjukin peduli elo walau gue tau sakit. Nah kalo ternyata mereka gak balikan, artinya elo masih punya peluang untuk ngebuktiin kata-kata gue kalo dia juga cinta sama elo".

Aku hanya bisa terdiam mendengarkan kebenaran dalam ucapan sahabatku itu.

"Ga, tiga tahun itu udah terlalu lama. Tunggu apa lagi? Resikonya cuma dua kok, diterima atau ditolak, ya mungkin ditolak pake ditonjok dikit" tawanya
"Gue butuh waktu"
"Take your time, tapi jangan sampai elo kalah sama siput, mereka lambat tapi sampai ke tujuan"

Dan malam itu kuhabiskan waktu untuk menyusun kembali asa. Ya, aku harus sampai ke tujuan!

Risalah Tiga Hati (10)

June 25, 2018

Baso-Pedas-Ingredients
Ingredients: Bakso Pedas So Good Ala Bibu

Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan keempat buat K, anak saya, yang duduk di kelas dua Sekolah Dasar. Bersekolah di saat berpuasa tentulah tidak mudah buat K, apalagi Ujian Kenaikan Kelas juga dilaksanakan di bulan Ramadhan, sehingga wajib buat saya untuk membuat menu sahur yang bergizi dan tentunya menggugah selera. Kenapa harus menggugah selera? Karena sesungguhnya makan sahur itu tidaklah mudah, bahkan buat saya sekalipun.

K punya makanan favorit yaitu "Ayam Pedas Nenek" yang selalu berhasil membuat K makan banyak tanpa diminta, bahkan sering bikin ibunya geleng-geleng kepala karena gak berhenti nambah :D
Ayam Pedas Nenek ini adalah ayam goreng yang kemudian dibumbui dengan saus cabe atau bahasa ngetopnya itu Ayam Balado. Berhubung membuat Ayam Pedas Nenek butuh waktu dan tenaga, karena ayamnya harus diungkep dulu sebelum digoreng, jadilah saya mencari alternatif pengganti ayam, dan pilihan saya jatuh pada bakso, yang bukan saja favorit K, tapi juga semua anggota keluarga.

Baso-Pedas-2,
Bakso Pedas So Good Ala Bibu

Di rumah saya, makanan siap masak yang selalu tersedia itu adalah So Good Bakso Kuah Sapi. Bakso Kuah Sapi dari So Good ini diolah dari kandungan daging sapi pilihan dengan tekstur yang renyah dan kenyal. Kandungan gizinya pun seimbang, antara lemak, protein, karbohidrat dan natrium/sodium, untuk keterangan lebih detail bisa dilihat di http://sogood.id/.

Selama ini saya menggunakan Bakso Kuah Sapi untuk membuat sop, mie goreng/rebus, atau ya dimakan begitu saja sepertinya kodratnya, yaitu Bakso Kuah Sapi ;)
Khusus untuk makanan sahur kali ini, saya memodifikasi resep Ayam Pedas Nenek menjadi Bakso Pedas So Good Ala Bibu. Oiya, Bibu itu panggilan K untuk saya, walaupun sudah dua tahun terakhir ini K memanggil saya Nyanya, tapi saya tetap membahasakan diri saya sebagai Bibu (sekilas info aja daripada penasaran).

Bakso Pedas So Good Ala Bibu

Bahan-bahan:
Bakso Goreng:
1 bungkus So Good Bakso Kuah Sapi, suhu ruang
1 sdm mentega tawar (unsalted butter)

Bumbu Pedas:
1 bungkus bumbu, cabe kering dan bawang goreng (yang terdapat dalam kemasan So Good Bakso Kuah Sapi)
1 sdm cabe merah giling
2 siung bawang merah, iris halus
2 sdm minyak goreng
150 ml air panas
Gula pasir secukupnya (optional)
Air perasan jeruk nipis secukupnya

Baso-Pedas-1
Saus Pedasnya Dipisah

Cara:
Bakso Goreng:
1. Panaskan mentega dengan api sedang sampai mencair.
2. Masukkan Bakso Kuah Sapi So Good, kecilkan api dan tutup wajan biarkan sampai matang (kecoklatan)
3. Matikan api dan sisihkan.

Bumbu Pedas:
1. Panaskan minyak dalam wajan anti lengket.
2. Tambahkan irisan bawang dan tumis sampai harum dengan api sedang.
3. Masukkan cabe giling, masak sambil diaduk sampai matang.
4. Tambahkan bumbu, cabe kering dan bawang goreng, aduk rata.
5. Tambahkan air panas dan kecilkan api. Masak sampai mendidih.

Penyelesaian:
Masukkan bakso goreng dan masak sambil diaduk sampai bumbu tercampur rata. Koreksi rasa, tambahkan gula pasir bila perlu. Sesaat sebelum api dimatikan, tambahkan air perasan jeruk nipis, aduk rata. Matikan api dan siap untuk dihidangkan. Taburi bawang goreng lebih nikmat.

Selain membuat Bakso Pedas So Good, saya juga membuat Bakso Saus Keju So Good buat K yang setiap pulang taraweh pasti pengen makan lagi. Di bulan Ramadhan kemarin, K dapat jatah nonton TV setiap pulang taraweh, dan kebiasaan dia setiap nonton TV itu harus ngemil, jadi deh saya buatin aja Bakso Saus Keju So Good. Alhamdulillah, dapat nilai 8 out of 10 :)

Bakso Kuah Sapinya saya goreng dengan butter, sama dengan cara seperti membuat Bakso Pedas So Good, hanya saus kejunya aja yang membedakan. Trus makannya bisa pakai kentang goreng, jadi lumayan bikin kenyang, soalnya selera makan K itu lagi hebat-hebatnya, gak ngerti deh.. kayaknya gak kenyang-kenyang gitu anaknya :D

Bakso-Saus-Keju-Ingredients
Ingredients: Bakso Saus Keju So Good Ala Bibu

Bakso Saus Keju So Good Ala Bibu

Bahan-bahan:
Bakso Goreng:
1 bungkus So Good Bakso Kuah Sapi, suhu ruang
1 sdm mentega tawar (unsalted butter)

Saus Keju:
6 buah keju putih
100 ml susu cair
Garam dan Merica sesuai kebutuhan
Bawang putih bubuk secukupnya (optional, kalo gak suka boleh gak pakai)

Cara:
Bakso Goreng:
1. Panaskan mentega dengan api sedang sampai mencair.
2. Masukkan Bakso Kuah Sapi So Good, kecilkan api dan tutup wajan biarkan sampai matang (kecoklatan)
3. Matikan api dan sisihkan.

Saus Keju:
1. Panaskan kembali wajan yang digunakan untuk menggoreng bakso.
2. Masukkan keju, dan aduk sampai tercampur rata dengan api sedang.
3. Tambahkan susu cair dan bawang putih bubuk, dan masak dengan api kecil sampai semua mendidih.
4. Tambahkan merica dan garam secukupnya, aduk sebentar dan matikan api.
5. Siap untuk disajikan.

Baso-Saus-Keju
Bakso Saus Keju So Good Ala Bibu

Alhamdulillah berkat Bakso Sapi Kuah, Ramadhan kemarin bisa dilewati dengan baik :)


#MasakanRumahKhasRamadhan #SogoodXbpn #LebihBaikSoGood


--------
So Good
Website: http://sogood.id/
Facebook: So Good Indonesia
Twitter: So Good Indonesia
Instagram: sogoodid
Youtube: So Good ID

Bakso Pedas So Good Ala Bibu

June 23, 2018

Spaghetti-Warung-Pasta

Kupandangi laki-laki di depanku yang asik memainkan jari-jarinya. Aku tau sekali kebiasaan itu, kebiasaan yang datang setiap dia gelisah yang kali ini membuatku resah.

Ga, kamu kenapa aih? Apa yang ingin kamu bicarakan? Apakah kau akan mengumumkan bahwa akhirnya ada perempuan hebat yang membuatmu jatuh cinta? Aku tak berani membayangkan bahwa perempuan itu adalah mahasiswi yang mengantarkan minuman waktu itu?

"Hai Yo, sendirian?" tiba-tiba ada suara yang kukenal menegurku. Kualihakan pandanganku dari laptopku dan melihat sosok Tito yang menjulang tinggi dihadapanku. "Hai. Iya nih. Elo sama siapa?"
"Sendiri juga" lalu dia duduk di depanku. Dan entah apa yang mendorongku untuk bercerita padanya soal kata-kata Dirga waktu itu.

"Ah, gaya aja itu dia. Setau gue sih ada satu cewek di kampuslo yang bikin dia panas dingin. Memang elo gak tau?" matanya tajam ke arahku.
"Gak tau" susah payah kusembunyikan luka dalam jawabanku. Tito masih menatapku dengan tajam seolah ingin membongkar isi hatiku.
"Artinya elo kurang peka. Coba mulai sekarang elo buka matalo lebar-lebar" katanya sambil berdiri dan melangkah pergi. "Gue pamit dulu. Oya, buka hatilo juga deh" dan dia pergi dengan meninggalkan sejuta tanya dan rasa sakit di dada. Aku kurang peka? Ah jangan-jangan dia yang membuat Dirga jatuh cinta.

Ku pandangi lagi laki-laki di depanku yang sekarang sibuk mengaduk-aduk spaghettinya.
Ga, stop it! You make me nervous! Jeritku dalam hati.

"Sorry aku telat"
Refleks kutengadahkan kepalaku, suara itu, suara yang pernah membuatku rindu. Dan iya, itu suara Indra.

"Hai Yo", sapanya sambil mengulurkan tangan.

"Halo Ndra", kupalingkan wajah dan memandang Dirga dengan tatapan "Elo tau dia ke sini?" Dan kulihat ia menggangguk. Sekilas kulihat matanya meredup. Sorot mata itu seperti meneriakkan luka.

Ga, apa arti semua ini?

Risalah Tiga Hati (9)

May 8, 2018

Apa sih yang terlintas di benak teman-teman bila mendengar kata SKIPPY® Peanut Butter? Olesan buat makan roti tawar? Sepertinya kebanyakan orang akan mengingat skippy peanut butter dengan selai untuk roti tawar. Buat saya sih, skippy itu mengingatkan saya akan siomay, gado-gado, pecel, cilok dan segala jenis masakan yang pakai bumbu kacang. Loh kok? Iya! Buat saya, skippy adalah penyelamat dikala kangen masakan yang harus pakai bumbu kacang.

Skyppy-Chunk-2
Skippy Peanut Butter (Chunky)

Ceritanya begini, dulu waktu saya masih tinggal di Jerman, saya sering kangen jajan makanan seperti siomay, gado-gado, sate ayam dan teman-temannya yang makanya pakai bumbu kacang. Buat makanannya sih saya bisa, tapi yang pe-er itu bikin bumbu kacangnya. Ngebayangin harus menyanggrai kacang tanah aja saya udah pegel duluan, jadi akhirnya sering banget keinginan makan makanan berbumbu kacang hanya menjadi impian sampai suatu hari saya dikasih info oleh seorang teman untuk membuat sambal kacang pakai selai kacang. Wow! Kok saya gak kepikiran ya, kata saya waktu itu. Akhirnya dimulailah perburuan selai kacang yang mempertemukan saya dengan SKIPPY® Peanut Butter di salah satu Toko Asia di Bremen. Pilihan saya buat bumbu kacang adalah Skippy Chunky, karena saya paling suka kalau bumbunya masih kerasa butiran-butiran kacangnya, yummy!

Kali ini saya mau cerita pengalaman lain dengan selai skippy yang lagi-lagi bukan jadi olesan roti tawar, tapi jadi bahan campuran es krim dan saus coklatnya. Awalnya sih iseng-iseng aja nyampurin skippy waktu makan es krim rasa vanila, lah kok rasanya mirip vanilla peanut butter ice cream yang di jual di salah satu sudut di kota Bremerhaven sih. Nah, waktu tau dua hari lalu kalau ada blog kompetisi berkreasi dengan skippy, yang ada dipikiran saya hanya satu, bikin es krim! Jadi deh sepulang K, anak saya, latihan renang, kami belanja bulanan dengan agenda yang gak boleh lupa adalah, beli skippy peanut butter! Alhamdulillah, ternyata lagi ada penawaran yang oke banget, yaitu gratis satu botol skippy creamy ukuran 170gr setiap pembelian skippy creamy ukuran 340gr, tanpa kelamaan mikir, saya langsung beli dong dan kepikiran nantinya yang creamy ini buat bikin saus coklatnya. Emak-emak memang selalu tau apa yang menguntungkan :)

Skippy-Creamy
Skippy Peanut Butter (Creamy)

Long story short, kemarin saya dibantu K, buat es krim idaman hati. Ini pengalaman pertama buat K bikin es krim sendiri walaupun sebatas pegang mixer dan menambahkan skippy ke dalam adonan, wah dia udah happy banget. Wangi selai kacang menebar selama proses mixing yang membuat K gak sabaran untuk segera mencicipi es krimnya, dikasih deh satu sendok adonan es krim yang belum beku, dan ketagihan minta lagi. Eh, sabar dulu nak, masuk freezer dulu ya.

Sebelum cerita gimana keseruan motret tadi pagi sebelum saya pergi memenuhi undangan, saya tulisin dulu deh resepnya biar gak lupa.

Vanilla SKIPPY® Peanut Butter Ice Cream

Bahan-bahan:
1 bungkus (85 gr) bubuk es krim instan rasa vanila
3 sdm SKIPPY® Peanut Butter (Chunky)
150 ml susu cair dingin

Ingredients-1
Ingredients: Vanilla Skippy Peanut Butter Ice Cream

Cara:
1. Campur bubuk es krim instan dan susu cair dalam wadah mikser.
2. Aduk menggunakan mikser dengan kecepatan tinggi selama sekitar 5 menit.
3. Tambahkan selai skippy.
4. Aduk kembali dengan kecepatan rendah selama 1 menit, agar tercampur rata.
5. Tuang dalam wadah dan simpan dalam freezer selama minimal 8 jam.
6. Siap dinikmati dengan saus coklatnya. Yum!

Vanilla-Skippy-Peanut-Butter-Ice-Cream
Vanilla Skippy Peanut Butter Ice Cream


Chocolate SKIPPY® Peanut Butter Sauce

Bahan-bahan:
1 bungkus (40 gr) susu kental manis coklat
1 sdm SKIPPY® Peanut Butter (Creamy)
100 ml susu cair dingin
1 sdt maizena, larutkan dengan susu cair

Ingredients-2
Ingredients: Chocolate Skippy Peanut Butter Sauce

Cara:
1. Campur Skippy Peanut Butter Creamy, susu kental manis dan susu cair dalam panci, aduk rata.
2. Didihkan dengan api sedang sambil sesekali diaduk.
3. Tambahkan larutan maizena, masak sambil diaduk dengan api kecil sampai mengental.
4. Simpan dalam wadah, dinginkan lalu simpan dalam kulkas.

Chocolate-Skippy-Peanut-Butter-Sauce
Chocolate Skippy Peanut Butter Sauce


Chocolate-Skyppy-Peanut-Butter-Sauce-2
Chocolate Skippy Peanut Butter Sauce

Waktu pemotretan ada kejadian yang membuat es krimnya meleleh, seperti biasa sebelum motret es krim, saya sudah membuat beberapa scoops terlebih dahulu lalu menyimpannya kembali ke dalam freezer. Setelah semua props selesai saya susun sesuai dengan komposisi yang saya inginkan, saya akan memotret satu kali untuk test lighting, setelah itu baru saya akan menaruh es krim dan memotretnya secepat kilat. Tapi hari ini setelah saya taruh es krimnya diatas piring, saya bukannya langsung motret malah membereskan terlebih dahulu props yang tidak terpakai sehingga udara panas di atas balkon (tempat saya memotret) membuat esnya mencair dengan sukses. Ya, mau gimana lagi, ini sudah hari terakhir dan saya harus segera pergi karena ada undangan soft opening salah satu restoran. Es krim yang mencair itu saya makan sehingga saya kekenyangan sebelum makan di tempat undangan :D

Rasanya es krim vanila ini kalau kata K, anak saya, seperti rasa nutty, crunchy dan yummy! Nilai yang K kasih adalah 8 dari 10. Yay! Alhamdulillah.

Cappuccino-Skippy-Peanut-Butter-Ice-Cream
Cappuccino Skippy Peanut Butter Ice Cream

Oya, semalam saya juga sempat membuat Cappuccino Skippy Peanut Butter Ice Cream, cara buatnya sama aja ya, tinggal ganti bubuk es krim instan rasa vanila dengan rasa capucino. Tadi sepulang dari acara, langsung saya foto dan kali ini tanpa penundaan. Biarlah yang berantakan dibereskan setelah semua selesai. Untuk es krim rasa cappuccino dapat nilai 9 dari 10 dari K, katanya selai skippy bikin rasa cappuccinonya semakin enak. Trus dia request minta dibuatin rasa lain dan harus dicampur dengan Skippy Peanut Butter. Oke! Beli dulu ya, soalnya yang hari Jum'at kita beli sudah habis :)

Skippy-Chunk


Allamdulillah, akhir pekan yang berkualitas. YIPPEE!™ This is how I enjoy my SKIPPY® Peanut Butter.


Disclaimer: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan dan Praxis sebagai perwakilan SKIPPY® Peanut Butter Indonesia.


--------
SKIPPY® Peanut Butter
www.peanutbutter.id
www.peanutbutter.com
www.facebook.com/SKIPPYIndonesia
www.instagram.com/skippybrand
https://twitter.com/skippy
https://id.pinterest.com/skippybrand

Vanilla SKIPPY® Peanut Butter Ice Cream

May 5, 2018

Ulusalu-Toraja

Seakan masih bisa kudengar tertawa puasnya setelah melihatku mundur teratur.

"Musik dangdut? No way!"
"Why not?" katanya dengan tatapan super jahil.

Kutinggalkan dia yang mengiringi langkahku dengan derai tawanya. .
"Ndra, gotcha!" .
Kulambaikan tanganku dan mempercepat langkahku tapi tawakupun tak bisa kutahan lagi. Cewek satu ini begitu istimewa.

Masih tiga jam lagi sebelum boarding dan sebenarnya aku ingin duduk diam di sini menikmati kenangan tentangnya, tapi pasangan di depanku seakan mempunyai misi untuk membuatku gila. Ah, aku butuh asupan cafein demi menjaga kewarasanku ini.

Baru akan kuteguk kopiku ketika

"Indra?"

Kuikuti suara itu sampai kulihat seorang wanita berkacamata memandangku seolah tak percaya. Kutaksir umurnya tak jauh beda denganku.

"Iya, gue Indra. Elo?
"Elo gak kenal gue, tapi gue kenal elo" jawabannya membingungkanku. "Gue adalah salah satu dari sekian banyak cewek yang histeris setiap elo mendekat ke depan panggung. Bikin degdegan" tawanya lepas.

Kupandangi wajahnya, senyumnya manis dan kacamatanya tak mampu menyembunyikan lentik bulu matanya. Bibirnya...
Buru-buru kualihkan pandanganku. Perjalanan ini kulakukan buat dia, wanita yang membuat rinduku membiru.

Risalah Tiga Hati (8)

April 17, 2018

During my life in Germnay, though I love Autumn so dearly, but Summer is the perfect season for outdoor activities like "barbeque"-ing 😋
Pickled cucumber and carrot is the best companion for any grilled meat. It is also served as condiment for Nasi Goreng (fried rice) in my beloved country, Indonesia.

Wanna give it a try for your BBQ party?

Acar-Ketimun-2

You need:

5 cucumbers, cleaned, halved,
seeded, cut into julienne
3 carrots, peeled, halved, cut into
julienne
Shallots as needed, peeled
Bird's eye chillies (red and green), as
needed, cleaned
3 tbsp cooking vinegar
3 tbsp granulated white sugar
1 ½ tbsp salt
3 tbsp warm water

Acar-Ketimun

How to:

Dissolve sugar and salt in vinegar,add wsrm water.
Stir until well combined.

Place cucumber, carrot, shallot and bird's eye chillies in a mason jar.
Pour into vinegar solution, stir and mix well.
Let it cool and close the lid.
Store in a fridge. Can be stored for 2 weeks.

Happy BBQ-ing!

Acar Ketimun (Pickled Cucumber and Carrot)

April 7, 2018

Tiang

Minggu pagi ini aku bangun di atas pesawat yang akan segera turun. Pramugari memberikan isyarat bahwa sandaran kursi harus kutegakkan karena sebentar lagi pesawat akan mendarat . Satu leg lagi sebelum menghirup udara tanah air tercinta dan bertemu dengannya.

Ini kali kedua aku singgah di bandara yang megah ini. Sebenarnya aku ingin menjelajahi sudut bandara ini dengan kameraku, tapi hati ini begitu resah, ada banyak skenario yang bermain tentangnya.

Baru saja ingin kupejamkan mataku, sepasang manusia yang duduk tepat dihadapanku membatalkan niatku. Gesture mereka penuh dengan bunga-bunga asmara. Genggaman tangan mereka menorehkan guratan rindu akannya. Saat aku akan memalingkan pandangan, laki-laki didepanku memeluk erat perempuan disampingnya. Duh! Betapa mereka membuatku ingin segera ada di Jakarta, walau aku yakin dia akan menolak pelukanku, tapi setidaknya aku bisa memeluk tiang listrik.

Aku tersenyum membayangkan adegan tersebut, betapa dulu dia berhasil membuatku memeluk tiang listrik depan kampusku karena teriakannya.

"Indraaaaa. Tunggu. Aku ikut!

Kontrol diriku mendadak rusak karena itu kali pertama dia memanggilku setelah kunyatakan cintaku padanya. Teriakan aku ikut itu seperti goncangan yang membuat keseimbanganku hilang sehingga aku seperti tak melihat tiang listrik yang ada di depanku. Aku berakhir memeluk tiang dingin diiringi riuh tawa semua orang.

Dia sudah mencuri perhatianku dari hari pertama orientasi kampus dan semakin membuatku gila saat malam penutupan kulihatnya menggerakkan badannya mengikuti alunan musik. Aku seperti melihat sosok lain dibalik kekerasannya menerima semua hukuman kami saat orientasi. .

"Yo, may I dance with you" ajakanku menghentikan gerakan tubuhnya. Dia mendekat ke arahku dan berbisik
"Boleh, asalkan diiringi musik dangdut"



-------

Cerita kali ini mengikuti template yang diberikan oleh @30haribercerita seperti dibawah ini:

Risalah Tiga Hati (7)

March 18, 2018

Instagram